Author: anaameliachan
— Jika kamu diberikan sebuah permintaan! Apa keinginan terbesarmu?—
"Aku ingin ayah dan ibuku dihidupkan kembali."
Seorang pemuda berperawakan jangkung menundukan kepalanya. Topi orange senan tiasa menyembunyikan kilauan-kilauan emas yang terpancar dari rambutnya, kini juga menyembunyikan wajah dengan tiga goresan di masing-masing pipinya.
Naruto,nama pemuda tersebut kini hanya bisa tertunduk ditempatnya. Setelah dengan sekuat tenaga, menahan air matanya, karena telah membangkitkan kembali harapan yang sudah lama dipendamnya.
Makhluk didepannya hanya bisa menggeleng-geleng dengan menampakan raut wajah penuh penyesalan. "Kau ingat cerita aladin dan lampu ajaibnya bukan?" tanya makluk tersebut dengan begitu segan.
Naruto hanya bisa mengangguk mengiakan. Masih tertunduk, Naruto mengelus Kyuubi (rubah ekor sembilan peliharaannya) yang merupakan peninggalan dari kedua orang tuanya.
Naruto memang sudah menjadi yatim piatu sejak dia bayi. Jangan ditanya, bagaimana bisa seorang Naruto yang masih bayi, bisa bertahan hidup hingga sekarang ini, hanya dengan ditemani Kyuubi. Mungkin itu juga alasan mengapa kedua orang tua Naruto meninggalkan Kyuubi, bukannya harta yang dapat menjamin kehidupan Naruto yang masih bayi. Lagipula ini adalah sebuah cerita yang penuh dengan keajaiban—mungkin?
"Ada tiga keinginan yang tidak dapat dikabulkan oleh ginie . Kau ingat 'kan?" ujar makhluk tersebut memperjelas kemana pembicaraan ini akan berujung. "—dan salah satunya itu adalah permintaanmu."
Naruto yang sudah terlanjur kecewa, kini mulai pergi meninggalkan makhluk tersebut sendirian. Tidak lupa Naruto juga membawaKyuubi dalam pangkuannya. Bagaikan diberiharapan palsu, kini Naruto harus membuang harapan itu jauh-jauh.
~v(^ 3 ^)v~
"Yosh! Aku ingin Sakura-chan jatuh cinta padaku."
Dengan semangat masa muda pemuda beralis tebal ini melontarkan permintaannya.Sebagai tanda semangat masa mudanya yang begitu membara, sampai-sampai membuat pemuda ini meninju langit dengan sekuat tenaga.
Teeettt!
Exception raised, error no!
Malang nian nasib pemuda bernama Lee ini. kesempatan sekali seumur hidup akhirnya terlewatkan begitu saja. Seharusnya sebelum menerima kesempatan langka ini dia menonton cerita 1001 malam Aladin dahulu, agar dia tau permintaan yang bagaimana yang dapat dikabulkan.
Tanpa berniat mengeluarkan sepatah kata pun, makhluk yang menanyai permintaan terbesar Rock Lee malah pergi begitu saja. Dia meninggalkan pemuda hijau yang masihsetia dengan senyuman seribu watt -nya. Kalau ini dianime or manganya pasti kini adegan tersebut diberi latar deburan ombak dengan aksen jingga akibat sun set .
"Aku ingin kau membunuh Sukaku dan segera membawanya pada Sasori-dana."
Seringai maut tak juga lepas dari wajah priaini. Poninya yang panjang malah menambahkesan kejam dan maniak pada dirinya.
Sudah dapat ditebak jikalau pemuda penganut aliran ' art is bang! ' ini akan meminta terbunuhnya Sikaku. Tapi tak ada yang menyangka bahwa permintaan tersebut adalah permintaan terbesarnya bukan? Seorang anggota kriminal kelas kakap Akatsuki meminta untuk mrmbunuh seseorang. Jangan bercanda! Deidara bisa saja membunuh ratusan, ribuan, bahkan satu perkampungan hanya dengan menggunakan bom C4 miliknya.
"Ini semua karena Sasori-dana. Dia tidak suka menunggu sedanggkan tanah liatku tidak suka terburu-buru . Jadi bagaimana yaaah~"
Bagai tahu apa yang dipikirkan reader sekalian, Deidara segera menjelaskan tampadiminta. Namun sepertinya percuma, seajaibapapun makhluk ini dia tidak bisa membunuh! Pada kenyataannya nyawa adalah hak Tuhan Yang Maha Esa dan tentu saja menjadi hak sang pemilik nyawa itu sendiri.
"Err... anda tau kan, ada beberapa permintaan yang pada dasarnya memang tidak dapat dikabulkan," ujar makluk ini takut.
"Apa kau mau bilang kalau kau tidak bisa mengabulkan permintaanku hah?" okey! Tebakan Deidara memang seratus persen benar. Kini dia makin kelihatan menyeramkan saja! Samar-samar terlihat bahwa kening Deidara berkedut karena kesal.
"Begitulah! Hehew." makluk didepannya mencoba mencairkan suasana dengan tertawa canggung yang bahkan tak berefek sedikitpun.
"Kalau begitu! Kenapa kau sok-sokan nanya apa keinginanku heh! Kau telah membuang waktuku tau!" bentak Deidara menghakimi makhluk tak berdaya didepannya tampa ampun.
"Itulah mengapa saya mengawali pertanyaan saya dengan kata 'err...' karena saya sendiri kurang yakin,"— atau karena saya sudah dapat menduga tidak dapat mengabulkan permintaan dari maniak seperti Deidara.
Deidara bangkit dengan aura hitam mengelilingi dirinya dan radius tiga puluh senti meter darinya. Melihat aksi deidara tersebut dengan inisiatip yang tepatdan cepat makhluk itupun bangkit dan bersiap berlari. "Tampa bermaksud menyita waktu anda lebih lama lagi, lebih baik saya pergi." Dengan kalimat berpamitan tersebut makhluk tersebut segera kabur seribu langkah dengan cepat.
"Hei! Kubunuh kau!"
Deidara mengeluarkan sesuatu dari jubah akatsuki miliknya. Sesuatu seperti—BOM! Bom tersebut bertuliskan C4.
Minggu, 11 Desember 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar
Cara mudah berkomentar:
1. Isi kolom komentar
2. Pilih berkomentar sebagai anonymous
3. Publikasikan
:)
put u'r comment here.