Author: Tania Hikarisawa
"Tugas kalian memeriksa jaringan kulit yang terdapat di potongan tubuh yang kalian dapat. Kemudian kalian catat dan serahkan hasilnya padaku besok," ujar dosen Tsunade.
Baru saja aku akan memakai sarung tanganku, tiba-tiba saja ada seorang dosen yang masuk ke laboratorium. Kalau tidak salah dosen itu bernama Kakashi Hatake, entah dari fakultas apa. Dia terlihat sedikit berbincang dengan dosen Tsunade sedangkan dosen Tsunade hanya menganggukkan kepalanya.
"Tunggu sebentar semuanya," tiba-tiba dosen Tsunade mengeluarkan suaranya."Hari ini prakteknya saya batalkan. Maksud saya, prakteknya tidak diadakan di laboratorium ini tapi kalian lakukan di rumah masing-masing. Terserah kalian mau bekerja di mana. Diskusikan dengan anggota kelompok kalian masing-masing. Hari ini, saya ada keperluan mendadak," lanjutnya lagi kemudian dia keluar bersama dosen Kakashi dan Shizune. Lagi-lagi seperti ini. Huh! Menyebalkan.
..o0o..
"Hah.." aku menjatuhkan tubuhku di atas sofa empuk yang ada di flatku.
Aku baru saja sampai di flatku sekitar lima menit yang lalu. Hari ini benar-benar menyebalkan. Ketiga temanku itu –Ino, Gaara, Sasori– tidak ada yang mau diajak untuk kerja kelompok. Semuanya mengeluarkan berbagai macam alasan untuk memojokkanku dan sekarang aku berakhir seperti ini. Duduk di atas sofa flatku dengan kardus berisi potongan tangan kanan manusia yang ada di samping sofaku.
Baiklah, sepertinya hari ini pun aku harus bekerja keras. Membuat tugas kelompok sendirian. Ah, benar juga, bagaimana kalau aku menelepon Sasuke? Mungkin bisa sedikit membuatku senang. Aku juga sudah benar-benar rindu dengannya. Sudah dua minggu terakhir ini aku tidak bisa menghubunginya, mungkin saja dia sibuk dengan urusan pekerjaannya.
Aku segera mengambil ponselku. Mencari-cari nama Sasuke di kontakku. Kemudian menekan tombol hijau.
"Dit..dit..dit.." aku dengan sabar menunggu sampai, "Maaf, nomor yang Anda hubungi tidak aktif, silahkan–" akupun segera mematikan panggilan tersebut. Lagi-lagi seperti ini, dia mematikan ponselnya. Sebenarnya ada apa sih?
Tak terasa hari pun sudah semakin malam. Jam dindingku sudah menunjukkan pukul sepuluh malam lewat.
Tadi aku sempat menghubungi bibi Mikoto guna menanyakan Sasuke. Dan yang dia katakan adalah, Sasuke ternyata sedang adaurusan bisnis di Konoha dengan perusahaan Namikaze. Katanya dia berangkat sekitar dua minggu yang lalu. Dan sekarang pertanyaannya adalah, kenapa dia tidak memberitahuku? Kenapa dia tidak mengunjungiku di flatku? Bukannya dia tahu di mana letak flatku. Apa karena terlalu sibuk dia sampai-sampai tidak bisa menghubungiku? Ahh..sudahlah. Semoga saja alasannya hanya karena dia sibuk. Aku tidak ingin terjadi sesuatu dengannya.
Baiklah, kurasa sudah saatnya aku mulai mengerjakan tugasku. Aku mengambil kardus yang aku letakkan di samping sofaku tadi dan meletakkannya di atas meja ruang tengah. Aku mulai mengambil peralatanku di kamar. Mulai dari sarung tangan, pisau, buku, pulpen dan peralatan lainnya. Aku membentangkan kain di atas meja kemudian meletakkan potongan tangan kanan manusia itu di atasnya. Baru saja aku akan memulai pekerjaanku, tiba-tiba saja ponselku bergetar. Sepertinya ada pesan yang masuk.
-Sakura, maaf, aku baru bisa menghubungimu sekarang.-
Wah, ternyata pesan dari Sasuke. Aku pun segera duduk di atas sofa, menyandarkan punggungku ke belakang sembari membalas pesan darinya.
-Tidak apa-apa Sasuke. Aku senang kau tidak apa-apa. Oh ya, pasti kau sangat sibuk ya? Sampai-sampai tidak bisa menghubungiku.-
Beberapa saat kemudian aku mendapat balasan pesan darinya.
-Sebenarnya aku tidak sibuk. Waktuku kosong sejak dua minggu yang lalu.-
Apa? Dia tidak sibuk? Lalu kenapa dia tidak menghubungiku?
-Kalau tidak sibuk, kenapa kau tidak menghubungiku? Aku merindukanmu, kautahu!-
Aku segera mengirim pesanku tersebut. Beberapa detik ku menunggu, aku mendapatkan pesan baru.
-Itu karena aku mendapat sedikit 'gangguan' dan itu membuat tangan kananku sedikit bermasalah. Sampai sekarang tangan kananku masih terasa sakit.-
Jadi tangannya terluka, aku pikir dia tidak mencintaiku lagi. Aku berpikir terlalu berlebihan. Aku segera membalas pesannya tersebut.
-Kalau begitu sebaiknya kau ke dokter saja, Sasuke. Aku sedikit cemas dengan keadaanmu.-
Aku segera membalas pesan darinya itu. Aku meletakkan ponselku di sebelah tempat dudukku. Sarung tanganku sudah kugunakan. Saatnya memulai tugasku. Sudah lama sekali potongan tubuh di depanku didiamkan begitu saja. Kuambil pisau kecil yang akan kugunakan. Kuiris potongan tangan kanan tersebut di sekitar pergelangan tangan guna meneliti pembuluh darah yang ada di sana.
Drrt! Drrt!
Ada pesan yang masuk ke ponselku, pasti dari Sasuke. Aku melepas sarung tanganku kemudian mengambil ponselku.
-Tenang saja, aku tidak apa-apa. Tadi lagi-lagi, aku merasakan tangan kananku sakit. Seperti ada yang mengirisnya di bagian pergelangan tangan-
Next to Chapter 4
Kamis, 29 Desember 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar
Cara mudah berkomentar:
1. Isi kolom komentar
2. Pilih berkomentar sebagai anonymous
3. Publikasikan
:)
put u'r comment here.