English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Translete Menu
Get Free Music at www.divine-music.info
Get Free Music at www.divine-music.info

Free Music at divine-music.info

-Total Readers-

Don't Be a Silent Readers, Put Your Comment Here :)

Kamis, 08 Desember 2011

Mataku untuk Melihatku (Bag.1)

Author : Raden Robby

“hoaaaammm…” suara anak muda terbangun dari tidurnya sembari mengucek-ngucek matanya.
“Rovii, banguunn, nanti kamu telat ke sekolahnya..” terdengar suara wanita dari kejauhan
“iya mah, ini q udah bangun” Rovi menjawab, setelah itu dia melirik jam di atas meja tidurnya, dan ternyata jam menunjukkan pukul 7 pagi, dia langsung cepat-cepat melepaskan pakaiannya dan bergegas menuju kamar mandi.
Seusai mandi dia langsung pamit kepada kedua orang tuanya, “tidak sarapan dulu nak?” Tanya bapak Rovi, “tidak pah, q buru-buru ni takut telat, sudah yah q berangkat, assalamualaikum”, “waalaikumsalam” ucap kedua orangtua Rovi, dan dia langsung bergegas pergi menuju sekolahnya.
Sesampainya di sekolah, ternyata pintu gerbang sekolah telah di tutup oleh satpam sekolah “wah sial, q telat ni” Rovi mengeluh, dia menoleh dan melihat seorang wanita di sebelahnya, yang ternyata wanita itu sahabatnya “hahaha....kamu juga telat Veb ?”Tanya Rovi kepada Vebi.
Vebi adalah sahabatnya Rovi, mereka bersahabat sejak mereka TK, Rovi kagum dan menyukai paras cantiknya sahabatnya itu, terutama matanya yang menurutnya bercahaya bagaikan rembulan yang selalu bercahaya di kala gelap, indah bagaikan pelangi di siang hari. Namun Vebi tak pernah tau akan rasa kagumnya Rovi terhadapnya.
“huuuh, kamu ngeledek q aja Vi, buktinya kamu telat juga” jawab Vebi sembari menjulurkan lidahnya yang bermaksud untuk membalas ledekannya Rovi.
“bagaimana caranya kita bisa masuk ni Vi, pintu gerbangnya saja sudah di tutup, dan yang pasti kita tidak di perbolehkan masuk oleh satpam sekolah kita” Vebi bertanya kepada Rovi.
Rovi terdiam dan berpikir bagaimana caranya agar dia dan sahabatnya itu dapat masuk ke sekolah dan mengikuti pelajaran pertama hari ini, yaitu fisika. Setelah cukup lama Rovi berpikir, dia menemukan ide atau cara untuk masuk ke dalam sekolahnya.
“aha, q ada ide” ucap Rovi keras sehingga mengagetkan Vebi yang sedang terdiam.
“kenapa kamu Vi, mengagetkan q aja, huh” kata Vebi
“sory, q ada ide ni, bagaimana kalau kita lewat belakang saja, ok kan?” tanya Rovi, sebelum  Vebi menjawab pertanyaan itu, Rovi langsung saja menarik tangan Vebi untuk cepat-cepat pergi menuju belakang sekolah.Ternyata ide Rovi berhasil, mereka pun dapat masuk ke sekolah, dan dapat mengikuti mata pelajaran.
Setelah sepulang sekolah mereka pulang bersama-sama, jalan menuju rumah melewati taman, di taman Vebi tak sengaja melihat sekumpulan anak muda terutama kaum laki-laki yang asik melakukan dance, Vebi pun menarik tangan Rovi untuk melihat-lihat.
“wah, mereka hebat yah Vi, apa kamu bisa seperti mereka ?” Tanya Vebi meremehkan Rovi
“Cuma segitu saja sih gampang, suatu saat nanti q akan tunjukkan pada kamu kalau q bisa seperti mereka, bahkan bisa lebih dari mereka, hehe” jawab Rovi dengan perccaya diri
“yang bener kamu Vi ? JANJI yah” ucap Vebi
“ok, q JANJI !!” ucap Rovi dengan semangatnya
Setiap hari Rovi berlatih dance, tanpa kenal lelah, karna Rovi bertekad untuk menepati janjinya kepada Vebi, hingga pada suatu hari di taman, Rovi membaca pengumuman yang tertempel di dinding pengumuman itu berisi tentang perlombaanDance baik solo maupun grup yang akan dilaksanakan di taman kota, Rovi pun tertarik tuk mendaftarkan dirinya,karna dia tau, inilah saatnya dia menepati janjinya kepada Vebi. Rovi pun memberitahukan Vebi kalau dia mendaftarkan diri dalam acara battle dance, Vebi pun menanggapinya dengan senang hati, dan dia akan menonton sahabatnya itu.
Waktunya pun tiba, saat-saat yang di tunggu akan datang, Rovi telah menunggu lama untuk kedatangan Vebi sahabatnya, sedangkan di tempat yang berbeda Vebi tlah berdandan cantik layaknya putri, setelah itu Vebi langsung bergegas pergi menuju taman kota, dengan terburu-buru. Rovi pun menelefon Vebi untuk datang dengan segera karna acaranya akan mulai, dan gilirannya akan tiba.
Setelah Vebi sampai di depan jalan taman kota, Vebi melihat Rovi yang telah lama menunggunya, dia melambaikan tangannya agar Rovi tau kalau dia telah datang.
Saat Vebi ingin menyebrang untuk bertemu dengan Rovi, karna terlalu terburu-buru Vebi tak melihat akan datangnya sebuah mobil dari kanan jalan, Vebi tak dapat menghindar, sehingga Vebi pun tertabrak oleh mobil itu, Vebi tergeletak tak berdaya, sementara itu pengendara dan mobilnya melarikan diri, Rovi yang melihat kejadian tersebut, langsung berlari mendekati Vebi yang tergeletak di jalan, Rovi yang awalnya bahagia akan kedatangan Vebi sahabatnya, kini dia hanya bisa menangis dan memeluk sahabatnya,dengan segera Rovi membawa Vebi ke RS terdekat, sesampainya di RS, Vebi langsung di bawa ke dalam ruang UGD.

Bersambung..

0 komentar:

Posting Komentar

Cara mudah berkomentar:
1. Isi kolom komentar
2. Pilih berkomentar sebagai anonymous
3. Publikasikan
:)
put u'r comment here.