Disclaimer: Naruto belongs to Masashi Kishimoto
Author: Tania Hikarisawa
Warning: AU, OOC, typo, death chara, etc.
Chara: Sakura H. & Sasuke U.
Summary:
Tanpa sengaja, Sakura menabrak seseorang hingga tewas. Dua minggu setelahnya Sasuke menceritakan sebuah cerita kepadanya. Cerita inilah yang menyadarkan Sakura tentang siapa orang yang ia tabrak. Siapakah orang tersebut? Bagaimana nasib Sakura?
.
.
Kekasihku Menjemputku
.
.
.
Sakura's POV
Hari ini tepatnya malam ini, aku baru saja pulang dari Universitas Konoha. Malam ini, hujan tampak mengguyur Konoha dengan sangat deras. Hal itu membuat aku sedikit sulit melihat jalanan dari dalam mobil. Yah, sekarang aku sedang mengendarai mobil mazda keluaran dua tahun lalu. Mobil berwarna hijau ini merupakan mobil yang dibelikan ayahku setahun yang lalu karena aku berhasil menjadi mahasiswi Universitas Konoha Fakultas Kedokteran.
Hampir saja lupa, namaku Sakura Haruno. Gadis yang dilahirkan di sebuah keluarga yang serba berkecukupan. Umurku saat ini sudah sembilan belas tahun. Aku berkuliah di Universitas Konoha dan sekarang aku sedang berada di semester ketiga.
Di Konoha ini, aku tinggal sendirian di sebuah flat yang letaknya tidak terlalu jauh dari Universitas Konoha. Sedangkan keluargaku tinggal di Suna, sebuah negara yang berbatasan lautan dengan Konoha. Sebenarnya, aku juga tinggal di Suna tapi, karena faktor pendidikan, aku terpaksa tinggal sendirian di Konoha tanpa satu pun sanak keluarga.
Sedih memang jika harus tinggal jauh dari keluarga tapi ini semua demi masa depanku. Lagipula, aku masih bisa berhubungan dengan mereka walau aku hanya dapat mendengar suara mereka melalu telepon. Menurutku, hal itu sudah dapat mengobati rasa rinduku terhadap mereka.
Dan satu lagi, aku juga memiliki seorang kekasih yang bernama Sasuke Uchiha. Dia adalah seorang pebisnis di bidang pariwisata dari Suna. Aku sudah mengenalnya sejak umurku lima belas tahun dan tentu saja hal tersebut membuat kami berdua sangat akrab. Walau umur kami berbeda tiga tahun tapi, hal tersebut tidak membuat hubungan kami menjadi buruk. Bahkan, sebenarnya aku sangat senang jika dapat berhubungan dengan lelaki yang berumur lebih tua dariku. Bagiku, lelaki seperti itu terlihat lebih dewasa. Dan hal itulah yang aku lihat ada di diri Sasuke. Dan karena itu pula, aku menerima dia menjadi pacarku. Sesuai rencana, setelah aku selesai dengan pendidikanku di Konoha, aku akan segera menikah dengan dia. Aku benar-benar tidak sabar menunggu hal tersebut. Membayangkan aku dan Sasuke berdiri di depan altar lalu mengucap janji setia kami. Itu seperti hal yang sangat menakjubkan.
Cukup. Sekarang bukan saatnya aku memikirkan hal tersebut. Sebaiknya sekarang aku tetap fokus pada jalanan di depan karena hujan semakin deras belum lagi kabut di depan semakin tebal. Akhir-akhir ini, Konoha selalu dipenuhi kabut pada malam harinya. Kulirik jam tangan yang melingkar di tangan kiriku. Jam 11.45 malam. Ya ampun, sepertinya ini sudah sangat malam. Memang, kegiatanku di kampus, akhir-akhir ini semakin banyak dan hal itu membuatku terus-terusan pulang malam.
Lagi-lagi, hujan turun semakin deras, kabut pun semakin tebal. Jarak pandangku pun menjadi sempit dan pendek. Bahkan lampu mobil di saat seperti ini tidak berguna sedikit pun. Satu hal yang kutahu saat ini adalah aku harus sampai di flatku sebelum tengah malam.
Aku pun mempercepat laju mobilku karena jalanan sepertinya sangat sepi. Memang siapa yang mau keluar pada tengah malam seperti ini? Terus saja kupercepat laju mobilku dengan tetap fokus pada jalanan didepan.
Dan tiba-tiba saja, aku seperti melihat bayangan orang di tengah jalan. Aku pun segera mengerem mobilku berharap kecepatan mobilku berkurang agar aku tidak sampai menabrak orang tersebut. Tapi, sepertinya aku terlambat dalam mengerem dan itu mengakibatkan tabrakan tidak dapat dihindarkan.
BRAK!
Tepat setelah terdengar bunyi tabrakan yang cukup keras, barulah mobilku dapat berhenti. Kepalaku pun sedikit terbentur dengan stir mobilku karena aku mengerem mendadak.
DEG!
Lalu aku pun tersadar, aku sudah menabrak seseorang. Aku su..sudah menabrak se..seorang. Apa? Apa yang harus aku lakukan sekarang? Aku pun mulai panik. Sekujur tubuhku mulai gemetar. Bahkan untuk bergerak saja, aku sudah gemetar. Tanpa pikir panjang, aku pun segera melajukan mobilku kembali. Aku tidak peduli apakah orang yang kutabrak itu masih hidup atau tidak. Tapi, aku dapat merasakan kalau tubuh orang tersebut terlindas dengan ban mobilku. Karena saat melaju ke depan, aku merasakan mobilku sedikit terangkat di bagian kirinya.
Aku segera meninggalkan tempat tersebut dengan kecepatan yang sangat tinggi. Sekarang, aku benar-benar takut. Sungguh, aku sangat-sangat takut.
Next to chapter 2
Kamis, 29 Desember 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar
Cara mudah berkomentar:
1. Isi kolom komentar
2. Pilih berkomentar sebagai anonymous
3. Publikasikan
:)
put u'r comment here.