English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Translete Menu
Get Free Music at www.divine-music.info
Get Free Music at www.divine-music.info

Free Music at divine-music.info

-Total Readers-

Don't Be a Silent Readers, Put Your Comment Here :)

Kamis, 29 Desember 2011

Kekasihku Menjemputku_Chapter 5 ( End )

Author: Tania Hikarisawa

"Ah..pergi, cepat pergi dari sini," racauku sambil berjalan mundur menjauhinya. Aku dapat melihat Sasuke yang basah kuyup. Tangan kirinya memegang sebuah ponsel sedangkan tangan kanannya tidak ada. Jaket biru yang menutup tubuhnya penuh dengan darah dan wajahnya terlihat sangat mengerikan. Wajahnya terlihat sangat pucat dengan noda lebam dan darah yang banyak bahkan masih ada darah yang mengalir dari kepalanya. Sungguh menyeramkan. Aku tidak sanggup berdiri lagi.
Bruk!
Aku pun terjatuh ke lantai. Air mataku sudah banyak yang turun, rasa takut, menyesal dan sedih bercampur menjadi satu. Aku sudah tidak sanggup menghadapi semua ini.
"Sa..Sasuke, aku mohon ma..maafkan aku. Aku tidak bermaksud untuk mem..bunuhmu," mohonku sembari menangis.
Aku semakin bergerak ke belakang dengan posisiku yang terduduk di lantai. Dia terus maju mendekatiku sedangkan aku terus mundur. Aku benar-benar takut. Sangat takut.
"Sakura, kau tenang saja, sekarang aku akan menjemputmu," ujarnya tiba-tiba.
Tidak, aku mohon jangan, jangan bunuh aku Sasuke. Aku masih ingin hidup. Dia segera mendekatiku dengan sangat cepat. Ponsel di tangan kirinya dibuang begitu saja, sedangkan tangan kirinya mencengkram leherku, mengangkatku ke atas sampai-sampai kakiku tidak berpijak dilantai lagi.
"Kumohon Sa..suke, jangan bu..nuh a..ku," mohonku lagi.
Brak!
Dia menghantam kepalaku ke dinding sampai-sampai aku dapat merasakan kepalaku berdarah. Dia menyeringai di hadapanku. Cengkramannya di leherku pun semakin erat dan semakin membuatku sulit untuk bernafas.
"Sa..su..ke, a..ku men..mencintaimu," ucapku sebelum semuanya tiba-tiba menjadi gelap.

End of Sakura's POV
..o0o..

Normal POV

Malam semakin larut di Konoha, hujan pun sejak tadi belum berhenti. Di jalanan yang sepi, terlihat sebuah mobil hitam melaju dengan kecepatan sedang. Di dalamnya terdapat satu orang laki-laki dan dua orang wanita.
"Ya ampun, kenapa kalian sampai seceroboh ini. Memberikan potongan tangan itu kepada mahasiswa kalian. Padahal jelas-jelas tubuh dan potongan tangan itu masih diperiksa dan belum diberikan izin untuk menggunakannya dalam praktek. Kalian tahu kan, kalau Universitas kita digunakan sebagai tempat penyimpanan sementara untuk mayat tersebut karena tempat di rumah sakit penuh dan itu bukan berarti kalian boleh menggunakannya sesuka hati kalian," ujar lelaki di dalam mobil itu panjang lebar sembari menyetir mobilnya.
"Sudahlah, Kakashi. Kau jangan terus menyalahkan kami, kami terpaksa melakukannya karena kami kekurangan anggota tubuh untuk bahan praktek," sahut wanita yang bernama Tsunade.
"Sekarang sebaiknya kita cepat-cepat pergi ke rumah Sakura. Menurut Ino, tangan itu dibawa oleh Sakura. Cepatlah sedikit Kakashi, jangan sampai Sakura sudah menggunakannya untuk praktek. Jika itu terjadi bisa-bisa kita yang disalahkan oleh keluarga Uchiha itu. Aku benar-benar tidak menyangka kalau mayat itu adalah mayat Uchiha Sasuke, seorang pebinis kaya dari Suna," ujar Shizune panjang lebar.
"Ya, ya, ini sudah kupercepat," sahut Kakashi.
Beberapa menit kemudian, sampailah mereka di sebuah flat milik Sakura Haruno. Mereka bertiga segera turun dari mobil tanpa payung dan itu membuat mereka sedikit basah karena hujan. Kakashi di depan, dia segera mengetuk pintu rumah Sakura. Karena tidak ada tanggapan, dia pun menggedor pintu itu dengan sangat keras. Dan tiba-tiba saja, pintu itu pun terbuka.
"Terbuka, sepertinya Sakura lupa mengunci pintu rumahnya," ucap Kakashi.
"Sudahlah, ayo cepat masuk," Tsunade pun masuk ke dalam diikuti oleh Shizune dan Kakashi.
"Permisi, Sakura, Sakura, apa kau ada di dalam?" ucap Shizune sedikit berteriak.
Dan mereka bertiga pun sampai di ruang tengah. Betapa terkejutlah mereka melihat ruangan tersebut.
"Apa i..ini?" suara Tsunade terdengar gemetar.
Mata ketiga orang tersebut dapat melihat seorang gadis yang terbujur kaku sedang duduk dengan menyandar di dinding. Mata gadis itu terbuka dan terlihat sedikit menghitam. Lidahnya menjulur keluar dari mulutnya. Wajah dan kulitnya terlihat berwarna putih dan sangat pucat. Dan mereka bertiga lebih dikejutkan lagi dengansesuatu yang ada di leher gadis tersebut. Di leher gadis itu ada potongan tangan yang mencengkram leher gadis itu.
"Bagaimana bi..sa?" lagi-lagi Tsunade bersuara.

..o0o..

"Dimana? Aku dimana?" tanya Sakura entah pada siapa. Dia terlihat mengenakan baju terusan berwarna putih dan di sekelilingnya pun hanya ada warna putih yang terlihat.
"Tenang Sakura. Kau bersamaku," tiba-tiba saja ada seseorang yang memeluk Sakura dari belakang.
"Sasuke?" tanya Sakura sembari membalik tubuhnya sendiri dan sekarang ia dapat melihat sosok pria yang sangat ia rindukan."Sasuke, aku sangat merindukanmu," ucap Sakura. Dia pun memeluk Sasuke, menenggelamkan wajahnya di dada bidang Sasuke.
Sasuke membalas pelukan Sakura. "Aku mencintaimu, Sakura,"
"Aku juga mencintaimu, Sasuke,"
.
.
.
The End

0 komentar:

Posting Komentar

Cara mudah berkomentar:
1. Isi kolom komentar
2. Pilih berkomentar sebagai anonymous
3. Publikasikan
:)
put u'r comment here.