English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Translete Menu
Get Free Music at www.divine-music.info
Get Free Music at www.divine-music.info

Free Music at divine-music.info

-Total Readers-

Don't Be a Silent Readers, Put Your Comment Here :)

Kamis, 08 Desember 2011

Mataku untuk Melihatku (Bag.2)

Author : Raden robby

Rovi hanya bisa menangisi dengan apa yang menimpa sahabatnya, dan yang lebih membuat sedih hatinya, sang dokter mengatakan kalau mata Vebi luka parah, sehingga sang dokter memfonis kalau mata Vebi takkan dapat melihat lagi. Rovi tak mampu berkata apa pun dia hanya bisa menangis dan menangis.
Dengan hati yang sedih dan air mata yang masih menetes, Rovi bertanya kepada sang dokter “apakah mata dapat di donorkan ?”Sang dokter pun menjawab “iya”, Rovi pun memutuskan untuk mendonorkan matanya kepada Vebi, agar Vebi dapat melihat kembali. Mereka berdua pun menjalani proses donor mata. Rovi meminta tolong kepada sang dokter untuk memberitahukan kepada kedua orang tua Vebi tak memberitahukan apa pun yang tlah terjadi.  Seusai pasca operasi, Vebi dengan pelan-pelan membuka matanya, dan ternyata donor matanya pun berhasil, Vebi tak tau dengan apa yang terjadi pada dirinya dan mengapa dia di RS, Vebi bertanya kepada ke dua orang tuanya dimana Rovi, apa Rovi memenangkan perlombaan itu ?kedua orang tua Vebi hanya diam.
Setelah Vebi dinyatakan sehat dan dapat pulang ke rumah, Vebi trus bertanya kepada kedua orang tuanya, apa yang terjadi pada dirinya dan dimana Rovi. Satu bulan pun berlalu, di sekolah Vebi tak pernah melihat sahabatnya lagi, dan pada suatu hari Vebi mendapatkan sebuah sms, dan ternyata itu dari sahabatnya Rovi, yang berisi.
“Hari minggu q akan mengikuti perlombaan battle dance lagi yang akan di adakan di taman kota, kamu hati-hati yah, q tunggu kamu di sana, salam Sahabatmu Rovi”
Vebi senang sekali menerima sms dari sahabatnya itu.
Dan hari minggu pun tiba, Vebi pun tlah berada di taman kota dan dia tak sabar untuk melihat Rovi tampil, Vebi menerima sms singkat dari Rovi yang berisi.
“kini giliranku, q kan menepati JANJI q sahabat q”, setelah membaca sms tersebut, Vebi matanya langsung tertuju pada seorang cowo yang naik ke atas panggung, dan ternyata itu adalah Rovi sahabatnya, Rovi memakai jaket, celana jeans, dan kaca mata yang menutupi matanya.
Vebi kagum dengan tarian yang di tampilkan oleh Rovi, semua peserta pun telah tampil termasuk Rovi, dan kini adalah saatnya untuk pengumuman pemenang.Para peserta tlah berada di atas panggung.
“ok, kini saatnya pengumuman pemenang dari perlombaan ini, dan yang menjadi pemenangnya yaitu ROVI !!!” sang pembawa acara mengumumkan, penonton pun bersorak, begitu juga dengan Vebi.
“tapi tapi tunggu dulu penonton-penonton, kalian mungkin tidak tau mengapa para juri memilh Rovi sebagai pemenang, selain memang dia hebat dalam menari, ada sesuatu yang membuat para juri kagum, yaitu walaupun Rovi tak dapat melihat, dia tetap bisa menari dengan hebatnya” ucap pembawa acara. Penonton yang semula bersorak, kini terdiam karna tidak percaya.
Mendengar ucapan pembawa acara itu, Vebi langsung terkejut, apa benar yang di katakan oleh pembawa acara itu, seakan tak percaya, Vebi segera berlari dan menaiki panggung, lalu berada tepat di depan Rovi, Rovi tak mengetahui itu, karna di tak dapat melihat.
“Rovi, ini q sahabatmu Vebi, apa benar yang di ucapkan oleh pembawa acara itu?” Tanya Vebi pelan
Rovi terkejut karna sahabatnya tlah ada di depanya, dan dia tak menjawab pertanyaan yang di ajukan kepadanya, dia hanya mengangguk dan malu.
Lalu Vebi kembali bertanya kepada Rovi, “bolehkah q membuka kaca matamu untuk membuktikannya, kalau apa yang dikatakan pembawa acara itu benar”, Rovi pun kembali mengangguk.
Dengan pelan-pelan Vebi membuka kacamata itun dan memang benar, mata Rovi terpejam tak dapat membuka matanya yang membuktikan bahwa dia tak dapat melihat, Vebi pun menangis lalu memeluk tubuh Rovi, Rovi terdiam.Setelah itu Rovi melepaskan pelukan Vebi, dia memegang tangan halus Vebi, lalu berkata.
“Mungkin ini saatnya q katakan semuanya kepadamu sahabat q, setelah kecelakaan yang menimpa mu saat itu, q langsung membawa mu ke RS, dokter mengatakan pada q kalau matamu luka parah dan memfonis kalau kamu tak dapat melihat lagi, q mendonorkan mata q untuk mu, karna q ingin kau dapat melihat kembali, dan dapat melihat q menari di atas panggung dan memenengkan lomba, karna q tlah berJANJI kepada mu, benar bukan? Dan tenyata q dapat menepati janji itu” Rovi menjelaskan.Vebi hanya bisa terisak.
“sudah jangan menangis lagi, walaupun kini q tak dapat melihat mata indah yang q kagumi sejak dulu, melainkan mata q,  jangan buat mata q menangis, q titipkan mata q itu pada mu, walaupun mata q tak seindah mata mu, q harap mata q dapat melihat hal-hal yang indah, termasuk Dirimu” ucap Rovi
“dan yang terakhir, q menari bukan karna mata q, melainkan karna keinginan q, hati q, kecintaan q, dan JANJI q pada mu sahabt q”
Setelah Rovi usai dengan semua penjelasannya, Rovi memeluk erat tubuh Vebi.
“So Sweeeeeet” ucap semua orang yang melihat mereka.

Begitulah akhir dari pengorbanan seorang sahabat kepada sahabatnya, dia rela mendonorkan matanya demi menepati JANJI yang tlah di buatnya, karna JANJi adalah hutang yang harus di tepati.

0 komentar:

Posting Komentar

Cara mudah berkomentar:
1. Isi kolom komentar
2. Pilih berkomentar sebagai anonymous
3. Publikasikan
:)
put u'r comment here.