English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Translete Menu
Get Free Music at www.divine-music.info
Get Free Music at www.divine-music.info

Free Music at divine-music.info

-Total Readers-

Don't Be a Silent Readers, Put Your Comment Here :)

Jumat, 16 Desember 2011

-Hide And Seek- (Part 2)

Author: rin-fyrinichi

Untuk ukuran rumah kosong yang sudah tidak dihuni selama dua tahun, rumah itu cukup bersih. Entah karena Ishida membersihkannya sekalian selagi mengamankan semua benda tajam di sana atau bagaimana, hal itu membuatnya lega. Ia tidak perlu lama-lama. Hanya bermain sebentar dengan boneka itu dan semuanya selesai. Ichigo yakin sekali Uryuu tidak akan berani melakukannya. Lihat saja ekspresi wajahnya. Ia sudah siap menangis tadi!
"Ishida bilang aku harus menamai boneka ini. Hmm…siapa ya?" Ichigo berpikir sebentar sambil duduk di pinggiran bak mandi yang telah diisi air. "Ah, karena matamu hijau, aku akan memanggilmu TuanHijau!"
… tepat tengah malam, katakan pada boneka itu kau yang pertama jaga. Tiga kali.
"Baiklah!" Ia berdiri dan menghirup oksigen dalam-dalam, mengeluarkannya perlahan-lahan. "Ichigo yang pertama jaga. Ichigo yang pertama jaga. Ichigo yang pertama jaga."
Ia menenggelamkan si Tuan Hijau dan pergi untuk mematikan semua lampu, lalu menyalakan televisi dan bersembunyi. Beruntung rumah itu kosong, tidak ada berbagai macam perabot di tengah jalan yang dapat mencelakainya.
Ichigo berdiri di balik pintu sebuah kamar yang gelap. Satu-satunya penerangannya hanya dari sinar bulan keperakan yang menerobos masuk melalui jendela dengan tirai putih kusam yang terbang-terbang tertiup angin malam. Samar-samar ia dapat mendengar suara televisi di ruang sebelah.
Ia memejamkan sepasang mata hazelnut nyadan mulai berhitung pelan. "Satu. Dua. Tiga. Empat-"
Sunyi sekali. Ia tidak mendengar apa pun selain suara televisi dan suaranya sendiri. Teman-temannya yang berada di dekat rumah juga tidak bersuara. Bahkan ia tidak mendengar bunyi motor atau mobil yang tadi sempat ia dengar saat berada di luar. Apakah memang normal sesepi ini?
"…sembilan. Sepuluh."
… katakan padanya kalau kau menemukannya. Tusuk dia!
Ichigo membuka matanya, disambut oleh kegelapan yang tampak lebih pekat dari apayang ia ingat. Bulu kuduknya berdiri. Melangkah dengan hati-hati menuju ke kamar mandi, ia meraba saku celananya dan mengambil pisau lipat yang sudah ia persiapkan sebelumnya.
" Aku menemukanmu, Tuan Hijau." katanya sambil mengangkat keluar boneka berisi beras dari dalam bak mandi air. Mata hijau emeraldnya berkilauan memantulkan cahayabulan, begitu juga dengan pisau berbahan stainless stell yang Ichigo genggam.
Jleb!
Tanpa ragu ia menusuk bagian depan boneka itu dan menarik kembali pisaunya. Merusak jahitan benang merah dan membuat butiran beras berjatuhan ke dalam air. Sebagian ke atas lantai keramik dengan bunyi yang terdengar mistis di tengah kegelapan.
" Kau yang jaga berikutnya, Tuan Hijau."
Ichigo menenggelamkan boneka itu lagi ke dalam bak mandi.
… lari ke tempat sembunyimu. Ingat, lari Kurosaki!
Lari!
Begitu ia melepaskan pegangannya dari boneka berbahan katun itu, Ichigo berlari secepatnya ke tempat di mana ia bersembunyi tadi-
Triing~!
Tidak sempat menoleh ke belakang untuk melihat apa yang terjadi pada boneka itu, atau apa kesalahan yang telah ia lakukan.
Sepasang mata emerald itu berkilauan memantulkan cahaya bulan, begitu juga dengan pisau berbahan stainless stell yang tergeletak di lantai kamar mandi.

Ia kembali lagi ke tempat persembunyiannya setelah hampir menabrak dinding yang ia perkirakan adalah ruang tengah. Tidak mudah berlari dalam gelap seperti ini. Apalagi ada sesuatu yang akan mencarimu.
"Hh-hh-hh…" Ichigo terengah-engah. Padahal ia berlari tidak lebih dari 20 meter, tapi rasanya seperti maraton berkilo-kilo jauhnya. Sepasang mata coklatnya terlihat waspada.
… tetap diam selama bersembunyi. Atau dia akan menemukanmu dengan mudah.
Ichigo membungkam mulutnya sendiri dengan kedua tangan. Ia sangat ingin berteriak saat berlari tadi. Hal yang selalu ia lakukan saat pelajaran olahraga. Tidak bisa kalau ia berlari dengan mulut tertutup rapat.
" Bagaimana Pemirsa, Anda tertarik untuk memiliki alat yang sangat berguna ini, kan? Anda dapat segera memesannya ke toko kami sekarang juga! Kami akan memberikan potongan harga khusus bagi sepuluh penelepon per- zrtrs-zrsrt-zsrt-zrsts!"
… televisi akan membantumu mendeteksi keberadaan sesuatu di sekitarmu.
Orbs hazelnut itu membulat. Dia sudah mulai memainkan perannya.
Ichigo meraba-raba meja kecil di sebelahnya untuk mencari secangkir air garam yang Uryuu sebutkan sebelumnya. Dapat!
Ia memasukkan setengah isinya ke dalam mulut dan keluar dari kamar untuk mencari si Tuan Hijau dengan cangkir berisi setengah air garam di tangannya. Uryuu bilang, kalau ritualnya berhasil, maka boneka itu tidak akan ada di kamar mandi.
Menarik.
Permainan petak umpet ini lebih menarik dari yang ia mainkan waktu kecil. Adrenalinnya terpacu, senyumannya mengembang. Saatnya memulai perburuan!
Ichigo melongokkan kepalanya ke ruangan di sebelahnya, tempat menyalanya televisi. Benda itu masih mengeluarkan suara rusak yang mengganggu telinga. Tapi tidak ada boneka itu di sana.

Next to part 3

0 komentar:

Posting Komentar

Cara mudah berkomentar:
1. Isi kolom komentar
2. Pilih berkomentar sebagai anonymous
3. Publikasikan
:)
put u'r comment here.