English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Translete Menu
Get Free Music at www.divine-music.info
Get Free Music at www.divine-music.info

Free Music at divine-music.info

-Total Readers-

Don't Be a Silent Readers, Put Your Comment Here :)

Kamis, 29 Desember 2011

Kekasihku Menjemputku_Chapter 4

Author: Tania Hikarisawa

Aku menaikkan alisku membaca pesan dari Sasuke. Sebenarnya dia kenapa? Dan lagi, kenapa bisa kebetulan begini? Tadi aku baru saja mengiris potongan tangan ini di bagian pergelangan tangan dan sekarang Sasuke mengatakan tangannya seperti diiris di pergelangan tangan juga. Ke..kenapa? Jangan-jangan.. ah! Tidak, tidak, berhenti berpikir yang bukan-bukan, Sakura. Sebaiknya aku menelepon Sasuke saja, saling mengirim pesan seperti ini rasanya kurang begitu nyaman.
Tapi, baru saja aku akan menghubunginya, dia sudah menghubungiku terlebih dahulu. Aku pun segera mengangkat telepon darinya itu.
"Halo, Sasuke, senang sekali dapat berbicara denganmu," ujarku.
" Hah..hah.." ada apa? Kenapa dia menghembuskan nafas seperti itu? Aneh.
"Halo Sasuke, kau kenapa?"
" Ha..lo Sa..ku..ra," ucap Sasuke. Entah kenapa, aku seperti merasakan atmosfer yang sangat mencekam di sekitarku. Suara Sasuke tiba-tiba saja membuatku merinding.
"Sasuke? Kau kenapa? Apa kau sakit?" tanyaku.
" Ti..dak. Aku ha..nya kedinginan saja. Hah..hah.." lagi-lagi, aku merinding mendengar suara Sasuke. Ada apa sebenarnya.
"Kalau kau kedinginan, sebaiknya kau menggunakan jaket," suruhku.
" Su..dah. Sakura, aku ingin men..ceritakanmu sesuatu,"
"A..pa?" kenapa begini? Kenapa suaraku tiba-tiba saja gemetar.
" Aku pu..nya seorang teman. Suatu malam, dia ber..jalan di tengah malam untuk menemui ke..kasihnya. Malam itu, hujan tu..run dengan sangat deras, jalanan pun dipenuhi ka..but. Dan tiba-tiba saja, ada mo..bil berwarna hi..jau yang melaju kencang ke arahnya–" aku semakin merinding mendegar cerita Sasuke ini. Kenapa dia menceritakan hal ini? Dan kenapa sepertinya cerita ini tidak asing denganku. Ada apa ini? Tubuhku sendiri sekarang ikut gemetar. "–lalu mobil itu me..na..brak dirinya. Tapi, bukannya ber..hen..ti, mobil itu malah melaju semakin kencang dan ban..mo..bil itu me..lin..das tangan kanan orang tersebut hingga pu..tus..hah..hah..dan orang tersebut pun mati saat itu juga,"
Tubuhku semakin gemetar setelah mendengar cerita Sasuke. Cerita ini mengingatkanku akan kejadian yang terjadi sekitar dua minggu yang lalu. Sampai-sampai warna mobil dalam cerita ini pun sama dengan warna mobilku.
" Dan apa kau tahu yang lebih mengejutkan lagi Sa..ku..ra,"
"A..pa Sasuke?" tanyaku gemetar. Bahkan saking gemetarnya, aku dapat merasakan detak jantungku yang sangat cepat.
" Ternyata o..rang yang menabrak temanku itu adalah ke..kasihnya sendiri hah..hah..ini lucu sekali kan Sa..ku..ra, bukan begitu?" tanyanya tetap dengan suaranya yang sejak tadi terus membuatku gemetar.
"A..apa? Sasuke, sebenarnya a..ada a..apa i..ini? Kenapa tiba-tiba kau menceritakan hal ini kepadaku?"
" Aku hanya ingin kau tahu bahwa orang yang kau tabrak dua minggu yang lalu adalah kekasihmu sendiri, Sakura. Orang itu adalah aku, Sasuke Uchiha,"
"UAA.." aku segera melempar ponselku sendiri ke dinding dan membuat ponsel itu hancur berkeping-keping. Ada apa ini? Seluruh tubuhku gemetar, aku merasa merinding seakan-akan ada hantu yang sedang mengejarku. Aku takut, ya, aku ketakutan. Jangan-jangan Sasuke itu benar-benar sudah... Lalu, siapa yang sedari tadi aku ajak bicara?
Grssk, grssk, grssk.
Tiba-tiba saja aku merasakan ada sesuatu yang bergerak di atas pangkuanku. Saat aku melihat ke bawah, ternyata potongan tangan kanan yang akan kugunakan praktek ada di sana. Tangan yang berwarna sedikit kebiruan itu bergerak-gerak di atas pankuanku dan semakin menuju ke atas.
"UAA.." aku pun berteriak sejadinya dan segera berdiri. Tangan itu pun jatuh ke atas lantai. Aku segera berjalan mundur dari tempatku semula. Wajahku terasa basah. Entah sejak kapan aku sudah menangis, aku tidak menyadarinya sama sekali.
CTAR!
Tiba-tiba saja aku mendengar suara petir yang diikuti dengan suara hujan yang sangat deras di luar. Hujan turun lagi, seakan mengingatkanku tentang kejadian yang terjadi sekitar dua minggu yang lalu.
"Hh..hh.." aku semakin ketakutan. Nafasku tersenggal-senggal. Pandanganku terus menatap ke sekitar. Takut, aku ketakutan, aku takut. Tolong, siapa pun tolong aku. Aku benar-benar ketakutan.
Tak!
Lampu flatku tiba-tiba saja mati dan membuat seluruh ruangan gelap gulita. Dan ini membuatku semakin ketakutan. Aku segera pergi ke dekat pintu flatku. Di sana ada lemari kecil tempat aku menyimpat senter. Aku segera mencari senter berwarna kuning yang aku letakkan di sana dulu.
Tok! Tok! Tok!
Suara ketukan pintu. Aku segera berhenti mencari senter dan mulai berjalan ke dekat pintu flatku. Semoga saja yang mengetuk pintu ini adalah salah satu temanku di kampus yang sengaja datang untuk bekerjakelompok denganku.
Aku meraih ganggang pintu itu. Dengan sangat berhati-hati, aku mulai membukanya.Dan aku sangat terkejut saat melihat orang yang sekarang berdiri di hadapanku.
"Sa..Sasuke,"
"Ya, apa kabar Sakura?" tanyanya sambil tersenyum.

Next to Chapter 5

0 komentar:

Posting Komentar

Cara mudah berkomentar:
1. Isi kolom komentar
2. Pilih berkomentar sebagai anonymous
3. Publikasikan
:)
put u'r comment here.