English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Translete Menu
Get Free Music at www.divine-music.info
Get Free Music at www.divine-music.info

Free Music at divine-music.info

-Total Readers-

Don't Be a Silent Readers, Put Your Comment Here :)

Senin, 28 November 2011

Friendship Never End (part 3)

aku menuntun anak itu. awalnya aku ingin menjahilinya, tapi kuurungkan niatku. resikonya terlalu parah, dihukum Dumbledore dan diceramahi Snape. tapi, sepertinya Snape tidak peduli dengan asramanya. eh, jika dia tiba-tiba berubah bagaimana? tidak akan, aku tidak akan pernah diceramahi oleh si Snape itu. tidak akan. hah, kenapa aku memikirkan ini? yang perlu aku fikirkan adalah bagaimana cara membawa anak ini ke Ruang Rekreasi Slytherin. masalahnya, aku juga tidak tahu dimana RR Slytherin. haduh.

aku asyik bergulat dengan fikiranku, tidak tahu entah kemana aku pergi.
"bukannya ini lorong menuju kantor Kepala Sekolah?" tanya anak itu tiba-tiba.
aku melongo. tak sadar, ternyata aku membawanya ke arah kantor Dumbledore. aku lihat sekeliling untuk memastikan. aku mencari gargoyle-nya Dumbledore, tapi tak kutemukan. tapi aku yakin, ini memang kantor Dumbledore. "bagus" aku membatin
"hello, kau tidak mendengarku? ujar anak itu agak berteriak.
"kau ikuti saja aku"

aku melanjutkan perjalanan menuju kantor Dumbledore. bagus sekali, aku bisa menanyakan dimana letak RR Slytherin ke prof.Dumbledore. setiba di depan pintu masuk, terdapat pemandangan yang amat mengejutkan.
"hei, apa yang kalian lakukan disini?" tanyaku pada kedua ular yang berada di pintu masuk, kelihatannya mereka mengantuk.

"akh, ada lagi yang mengganggu. siapa lagi ini?" ujar Basil menggerutu
"apa yang kau lakukan disini? sudah malam masih saja keluyuran. kami mau istirahat." Nagini menambahkan.
"seharusnya yang bertanya itu aku, tolol. kan memang kebiasaanku keluyuran tiap malam, ber_JJM_ria. yang perlu ditanyakan itu, kenapa kalian disini? apa yang kalian lakukan? dimana gargoyle-nya? kalian makan ya? astaga, dasar ular aneh  tak tahu balas jasa, sudah jelas itu milik Dumbledore, masih saja kalian makan. ish.ish.ish." aku menghela *nafas* setelah berbicara panjang lebar.
"ga capek apa ngomong sepanjang itu?" Basil masih saja menggerutu.
"gargoyle-nya dibawa orang. kami disuruh jaga-jaga disini supaya tidak ada yang mencuri-dengar rapat di dalam, understand ?" Nagini menjelaskan."siapa dia?" lanjutnya sambil menunjuk anak yang ku bawa tadi.
"oh, entahlah. aku juga tidak tahu siapa namanya. hei, siapa namamu?" tanyaku pada anak itu
"daphne greengrass" anak itu bergumam
"apa?" tanya Basil setengah tertidur.
anak itu menghela nafas, sepertinya dia bosan dan mengantuk. dia mengeluarkan tongkat sihirnya dan menuliskan namanya di udara.
"sudah jelas kan?" tanya anak itu
"d-a-p-h-n-e g-r-e-e-n-g-r-a-s-s, oo daphne greengrass." Basil manggut-manggut
"kau mau kemana sih? kenapa ikut ber_JJM dengan dia?" tanya Nagini sambil menunjukku
"aku tersesat." jawab daphne
"wow, singkat, padat, jelas" ujar Basil tertawa.

tiba-tiba pintu terbuka dan keluarlah prof.Bellatrix, Sirius Black, Draco Malfoy, Percy Weasley dan Luna Lovegood.
"hallo prof.bella, draco, sirius, luna, percy" sapaku pada mereka.
"hallo peeves" balas prof.Bella sambil nyengir.
"hallo peeves" ujar Luna, Sirius dan Percy.
"hallo peeves, eh, siapa yang kau- daphne! apa yang kau lakukan disini?" tanya Draco sambil merangkul Daphne
"aku tersesat" jawab daphne seperti biasa.
"wow, singkat, padat dan jelas." ujar Basil dan Nagini bersamaan, keduanya saling melotot.
"ayo ikut aku." Draco mengajak Daphne pergi
aku hanya melongo melihat semuanya. lalu aku masuk ke kantor Dumbledore.
"malam rada-rada pagi profesor." aku menyapa Dumbledore ketika masuk
"halo peeves, ini sudah pagi. lihatlah, sudah jam 3 pagi. kudengar ada keributan diluar." balas Dumbledore tersenyum.
"cuma sedikit prof." ujarku membalas senyumannya.
yah, prof.dumbledore memang suka tersenyum, terkadang aku berfikir bahwa Dumbledore itu sinting, karena senyum terus.
ku lihat Dumbledore tidak sendiri, ada orang lain bersamanya.
"halo phoenix" aku menyapa phoenix.
"alo peeves. jangan sentuh aku, nanti kau ter-
"ouch, brrrrrrr. panas. kenapa kau tidak bilang?" rasa panas menyelimutiku ketika tak sengaja menyentuh phoenix.
"ku bilang juga apa." phoenix menggerutu.
"haha, lihat siapa yang kepanasan" kata orang yang bersama Dumbledore
"oh, eh, Lord Voldemord, kapan anda tiba disini. bagaimana kerjaan di Australia?" ternyata dia adalah Lord Voldemort, rekan kerja prof.Dumbledore.
"baik dan lancar.hahaha" jawabnya sambil tertawa.
"kurasa aku harus pergi lagi Dumbledore. tahun depan aku akan berkunjung lagi kesini." ujar Voldemort kepada Dumbledore
"baiklah. jangan lupa kenang-kenangan itu. haha. sampai jumpa." ujar Dumbledore.
terdengar bunyi -poop- pelan ketika Voldemort meninggalkan kantor ini.
"gargoyle anda mana, sir?" tanyaku pada Dumbledore
"oh, dibawa oleh Voldemort. katanya untuk kenang-kenangan." jawab Dumbledore.
"begitu. sir, memangnya ada rapat apa tadi? sehingga anda meletakkan dua ular sinting itu untuk menjaga kantor anda?" tanyaku lagi.
"besok akan diadakan pertandingan quidditch antara slytherin vs gryffindor. karena itu aku memanggil kapten tim tiap asrama kemari. tapi karena tim ravenclaw dan Hufflepuff sudah banyak yang lulus dan membutuhkan anggota baru, dengan terpaksa Ravenclaw dan Hufflepuff tidak bisa ikut." Dumbledore menjelaskan
"oh, lalu kenapa juga ada Sirius? dan kenapa prof.Bella juga ikut?" tanyaku (lagi)
"sirius akan menjadi komentator untuk pertandingan besok. sementara prof.Bella, dia kan wakil kepala sekolah, dia harus ikut dalam rapat apapun." kata Dumbledore
"kalau begitu, sir. saya pergi dulu. seperti biasa. membangunkan Hogwarts" aku nyengir.

aku keluar menembus pintu masuk kantor. disana terlihat kedua ular sinting itu sudah tertidur. pikiran untuk menjahili melintas di benakku.
"ehm.ehm. banguuuuuuuunnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn." aku berteriak dekat telinga mereka dan melayang pergi.
aku menyusuri setiap koridor dengan berteriak-teriak membangunkan penghuni Hogwarts.
"bangun.bangun.hallo.bangun.dasar tukang tidur.banguunnnnnn!!!" aku berteriak-teriak.
tiba-tiba kulihat Filch datang masih memakai piama nya. kelihatannya dia marah sekali. dia mengejar-ngejarku sambil mengayun-ayunkan kayu.
"kabuuuuuuuuurrrrrrrrr.. weeqq. ayo kejar aku, ayo kejar aku. Kejar Daku kau Kutangkap. muahahaha" aku mengejek Filch, yang sukses membuat wajahnya merah padam.

filch hanya pasrah. dia berbalik, kurasa dia kembali ke ruangannya. aku tertawa geli melihat filch. ku lanjutkan aktivitas-yang-tertunda tadi, melayang-layang ke koridor demi koridor. suara-suara marah selalu menyertaiku. aku hanya nyengir setiap ada yang marah. bagiku itu adalah hiburan tersendiri.

aku pergi ke luar kastil, diluar masih sepi. jika aku berteriak disini, tak akan ada yang mendengarku. aku masuk (lagi) ke aula dan pergi ke *ruangan khusus* ku. aku memikirkan pertandingan quidditch yang dimulai tak-akan-lama-lagi.
"sepertinya ini akan menjadi pertandingan yang seru" ujarku tersenyum.

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

akhirnya dengan perjuangan panjang, kuselesaikan part 3 ini.
tolong kasih kritik dan saran

Author:Tivani Monic

0 komentar:

Posting Komentar

Cara mudah berkomentar:
1. Isi kolom komentar
2. Pilih berkomentar sebagai anonymous
3. Publikasikan
:)
put u'r comment here.