English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Translete Menu
Get Free Music at www.divine-music.info
Get Free Music at www.divine-music.info

Free Music at divine-music.info

-Total Readers-

Don't Be a Silent Readers, Put Your Comment Here :)

Senin, 28 November 2011

Friendship Never End (part 2)

"siapa?aku?" jawab anak itu
"bukan, orangtuamu" lalu membalikkan badan
"oh, namaku Nymphadora Tonks, orangtuaku Ted Tonks dan Andromeda Black-Tonks" ujarnya berteriak
"whatever lah. masa bodoh dengan semuanya" aku melayang pergi

aku meninggalkan rombongan gryffindor dan mencari rombongan yang lain. terlihat warna biru mendominasi koridor yang satunya.
"itu pasti Ravenclaw, mengunjungi Nic ah," ujarku sambil melayang-layang

HALLLLLOOOO SEEEMMUUUAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA. aku berteriak mendadak, sontak membuat mereka kaget dan ikut berteriak-teriak gaje. Nic (Nicholas) terlihat kewalahan mengurus anak-anak yang ngibrit kesana-kemari.
"heh, Peeves, kau mengagetkan mereka semua. aku kewalahan mengurus mereka." Nic mengeluh
"hehe, silahkan dilanjutkan" ujarku sambil duduk di sebuah patung
"baiklah adik-adik, asrama kita tidak membutuhkan kata sandi seperti asrama lainnya. kalian cukup menjawab pertanyaan yang di berikan oleh patung burung ini." ujar Nic menjelaskan
"kenapa kita tidak menggunakan kata sandi?" tanya seorang anak yang sepertinya ada unsur Tionghoa bersarang di dirinya
"ehem. itu yang membuat kita berbeda dari yang lainnya Cho. kita menghargai kecerdasan, kreativitas, akal dan kebijaksanaan. Wit beyond measure is man's greatest treasure. masa bodoh dengan asrama lain." ujar Nic panjang lebar sambil memasang tampang Cool.

"oh" hanya kata itu yang keluar dari mulut Cho atas penjelasan panjang lebar Nic.
"hahaha, kasian ya Prefek kita, hanya dibalas oleh satu kata dua huruf" ujar seorang cewek kepadaa teman cowoknya, cewek itu kukenal sebagai Rose Weasley
"haha, iya. kasihan." jawab cowok itu
"hei Rose, Goldstein, apa yang kalian bicarakan?" tanya Nic agak marah
WAHAHAHAHAHAHAHAHHAHAHAH. aku tertawa lagi, entah apa yang membuatku tertawa. lalu aku meninggalkan Ravenclaw dan pergi ke ruangan bawah tanah, ke tempat Hufflepuff.

aku menyusuri koridor Hogwarts, hendak pergi ke ruang rekreasi Hufflepuff. ketika dekat dengan lukisan di dapur, ternyata seseorang telah keluar dari situ.
"hai King" aku menyapa
"hai Peeves" ujarnya
"bagaimana penghuni barumu?" tanyaku
"sangat susah diatur, kau sendiri bagaimana? sudah dapat partner dan korban barumu?" tanya King menyelidik.
"itu rahasia" ujarku menyeringai
"jangan sampai ada murid Hufflepuff yang kau jadikan korban, Peeves. kalau iya, tamatlah riwayatmu." King mengancam
"hei, jangan mengancamku. lagipula riwayatku juga sudah tamat kok. wehehe, oh iya, aku ada gosip baru nih, tentang si Nic itu lho." aku  berbisik
"hei, jangan berbisik di telingaku" king bergidik
"ngomong-ngomong, gosip apa itu?" lanjutnya
"itu lho, kurasa dia menyukai seseorang." ujarku sambil cekikikan
"hwappah? siapa?" tanya King dengan expresi agak lebay
"jangan lebay,plis. hahaha. itu lho, anak Ravenclaw kelas 1." aku nyengir melihat expresi King yang berubah drastis karena kubilang lebay
"murid kelas 1? siapa namanya?" tanya King lagi
"itu lho, si itu. aduh, siapa yah? BenChong, ChinChang, ChangKul, KaChang. apa sih namanya. hah, aiem porget King. heheh." aku nyengir sambil menggaruk-garuk tembok
"hah?! oh, apa mungkin Cho Chang maksudmu ??" King menebak-nebak
aku terdiam sebentar. Lalu..
"haaaaaaaaa, kau benar King. 100 buat King." aku salto di udara
"aneh." King geleng-geleng kepala
"yasudah,aku hanya menyampaikan itu. hei, kau tidak akan tidur? sudah jam berapa ini?aku pergi dulu. bye.."

aku meninggalkan King disana. lalu, menjalankan aktivitas setiap malam., yaitu JJM. aku asyik ber_JJM_ria. ketika di belokan, aku melihat seorang anak perempuan berambut kecoklatan sedang duduk bersandar di tembok.
"hei, sedang apa kau disana? kenapa kau tidak berada di kamarmu? hoo, kau keluyuran malam-malam. dasar anak badung, kau pantas ditelikung." ujarku sambil memain-mainkan jari telunjuk
"he, siapa kau? oh, apakah kau hantu Slytherin?" tanya anak itu
"kalau iya, kenapa? kalau tidak, kenapa?" ujarku menyeringai
"bisakah kau mengantarku ke Ruang Rekreasi Slytherin?" tanya anak itu
"kalau mau, bagaimana? kalau tidak, bagaimana?" ujarku lagi
"oh, tolonglah. jangan mempermainkanku. aku tersesat. sejak tadi aku selalu menunggu disini," anak itu memohon.
"baiklah, ikuti aku." kejahilan terlintas di otakku.


--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

sekian part 2 nya. woahahahhaa.
ada kritik atau saran?
saya sangat memerlukan itu.

Author: Tivani Monic

0 komentar:

Posting Komentar

Cara mudah berkomentar:
1. Isi kolom komentar
2. Pilih berkomentar sebagai anonymous
3. Publikasikan
:)
put u'r comment here.