English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Translete Menu
Get Free Music at www.divine-music.info
Get Free Music at www.divine-music.info

Free Music at divine-music.info

-Total Readers-

Don't Be a Silent Readers, Put Your Comment Here :)

Senin, 28 November 2011

Friendship Never End (part 1)

Tahun ajaran baru telah dimulai kembali. Murid-murid baru telah berjejer di aula untuk menunggu diseleksi.

"yes, mangsa baru. mangsa baru. woohooo. Peeves berjaya..." ujarku

Aku melayang di atas kepala murid-murid baru itu sambil melemparkan Pita Meledak yang sukses membuat mereka ngacir kesana kemari.

"hentikan dan pergi keluar, Peeves!!" seru McGonagall

Aku hanya nyengir gaje lalu melayang ke luar aula. Masih kudengar suara McGonagall yang mengatur murid-murid baru.

"baik anak-anak, sekarang kita akan mulai seleksi. Filch, sudahkah kau persiapkan?" tanya McGonagall pada Filch my enemy.

"sudah, profesor." jawab Filch

Aku duduk di sebuah kayu di pintu masuk aula.

"akh, topi jelek tak bermutu" ujarku merengut

"jika tidak ada topi itu, Hogwarts tidak akan menghasilkan penyihir berkualitas Peeves." tiba-tiba muncul Grey Lady a.k.a Helena Ravenclaw a.k.a Nona Kelabu

"heh, sejak kapan kau disitu? kau kemana saja? menemani Myrtle nungguin toilet, eh? wuahahaha" aku tertawa mengejek

"ku panggilkan Myrtle baru tau rasa kau!!!!" Helena menatapku sinis.

"wuapah? kau mengancamku ya? hei, palingan si jerawatan itu yang takut padaku." ujarku sambil melayang meninggalkan Helena



Aku mendekat ke kerumunan anak-anak kelas satu yang masih menunggu proses penyeleksian. disana kulihat McGonagall sedang komat-kamit memberi penjelasan tentang apalah-itu-namanya. tak lama kemudian, ku dengar Topi Seleksi bernyanyi.

"akh, aku bosan mendengar itu setiap tahun." aku melayang keluar aula (lagi) dan bertemu dengan Snape.

"kau bosan Peeves? aku juga." ujar Snape.

aku heran sendiri, tumben seorang Snape curhat. wkwkwkw.

"ya, aku bosan, tapi aku tidak minta pendapatmu Snivellus" ujarku sambil memberikan senyuman terbaikku.

"bersikaplah sopan pada profesor Peeves." ujar sebuah suara, yang ternyata Prof.Dumbledore.

aku terkejut, tak menyangka ada Prof.Dumbledore.

"maaf, sir. maaf. tapi aku tak bermaksud untuk tidak sopan dengan --

"dengan menyebutku Snivellus," kata-kataku dipotong oleh Snape

"sudahlah prof.Snape, sekarang waktu seleksi sudah tiba, kau tidak ingin melihat calon penghuni baru asramamu? dan kau Peeves, tidakkah kau ingin melihat mangsa barumu?" Dumbledore tersenyum padaku dan berlalu dengan Snape.

"baiklah profesor" aku melayang di belakang, mengikuti prof.Dumbledore dan Snape ke aula.



Di aula aku melihat McGonagall sedang menyebutkan nama-nama murid yang akan diseleksi untuk maju ke depan dan memakai Topi Seleksi.

"Bell, Katie." ujar McGonagall

seorang perempuan berambut hitam sepunggung maju ke depan, duduk di kursi dan meletakkan topi butut itu di kepalanya. tak lama kemudian, Topi itu berseru.

"SLYTHERIN"

terdengar seruan tepuk tangan di meja Slytherin. terlihat Prefek Slytherin, Draco Malfoy menjabat tangan penghuni baru asramanya.

"Chang, Cho"

"RAVENCLAW"

"yes.yes. Cho Ravenclaw. Cho Ravenclaw. woohooo." teriak seorang Ravenclaw kelas 3, Nicholas Flamel. yah, di tahun ketiganya sudah menjadi Prefek. sungguh luar biasa.

"Greengrass, Daphne"

"SLYTHERIN"

ku tujukan pandanganku ke Snape. tampaknya dia biasa-biasa saja melihat ada lagi Slytherin di asramanya. tak seperti Prefek Slytherin.

"sungguh datar ekspresimu wahai Snivellus." gumamku sambil geleng-geleng kepala.

"sungguh beraninya kau mengucapkan kata-kata Snivellus kepada prof.Snape, Peeves." ujar sebuah suara dibelakangku, yang ternyata Bloody Baron.

"hah?! memangnya kenapa?! ada masalah dengan itu?" aku belum menyadari kalau ada Baron disana, dan ketika aku membalik badan, aku sangat kaget.

"woaaaaaaaaa, eh, anda sir. sejak kapan anda disini? dan kalian, hei, kenapa kalian datang tiba-tiba seperti hantu sih?" aku tergagap

"kami kan memang hantu, Peeves." ujar Fat Friar a.k.a Rahib Gemuk

"aku tau itu.!" ujarku ketus pada Rahib Gemuk dan mendelik kepada Helena.

Helena mengernyit dan menatapku dengan tatapan-sangat-heran. seolah-olah aku baru divonis Gila Stadium Akut.

"Patil, Padma"

"RAVENCLAW"

"apa? kutil?" ujarku linglung

"Patil, peeves. makanya, lebih baik kau dengarkan baik-baik sebelum orangtuanya membunuh kau." ujar Nick Si Kepala Nyaris Putus



aku hanya memutar bola mata dan melanjutkan menonton proses seleksi. kulihat murid terakhir yang akan diseleksi.

"Weasley, Rose"

"RAVENCLAW"



akhirnya proses seleksi asrama telah selesai. sekarang sudah waktunya makan malam. seperti biasa, prof.Dumbledore selalu memberi kata sambutan kepada murid-murid baru dan menjelaskan peraturan serta yang-lain-lainnya.



waktu tidur telah tiba, murid-murid baru, maupun yang lama, kembali ke asrama masing-masing. para murid baru dibimbing oleh Prefek masing-masing. aku mengikuti barisan Gryffindor, disana juga ada Nick, hantu asrama Gryffindor dan kulihat Prefek Gryffindor, Albus Severus Potter sedang mengatur barisan murid-murid baru.

"baiklah semuanya, kata sandi kita sekarang adalah Rendang London. ingat ya, Rendang London." albus mengingatkan

"apa? Rendang London, kata sandi yang unik.." ujar seorang anak kelas 1.

"hei, siapa namamu?" tanyaku pada anak itu.





*hah, ancur pasti!!!!!!!!!!!

sekian chapter 1 nya.

hahaha, capek ngetiknya. selalu banyak halangan.

selalu ada yang mengganggu.

wuzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz

Author: Tivani Monic

0 komentar:

Posting Komentar

Cara mudah berkomentar:
1. Isi kolom komentar
2. Pilih berkomentar sebagai anonymous
3. Publikasikan
:)
put u'r comment here.